Sekali lagi sela2 jariku saling menggenggam,membayangkan saat ini genggamku ada padamu.
Aku tidak pernah terluka oleh apapun yang sedang sangat ribut ditubuhku tanpa henti dan tidak memandang waktu.
Tidak peduli siang ataupun malam.
Bahkan tidak peduli aku sedang mendekapmu atau bersenda gurau.
Tidak ada kompromi. Yang di dalam sana hanya tau bagaimana caranya menyerang.
Tapi dari luar aku cuma tertawa.
Aku tidak sakit.
Aku bertaruh luka duniaku pada sosokmu artinya bukan mereka yang dapat menyakitiku dan sosokmu kuakui merupakan orang yang sangat tepat aku titipkan bahagiaku.
Dengan segel yang begitu rumit dan rapat sosokmu menjaga duka duniaku agar tidak menggangguku dan melepas dengan sebebas-bebasnya bahagia untukku.
Tanganku kini sibuk mencari sosokmu,mencari di kening atau kepalaku barangkali tanganmu disana sedang mengusapku.
Tapi aku salah,aku tidak menemukan apapun.
Aku hampir menangis merasakan sakit pada kakiku,bukan tanganku,oh maksudku kepalaku,tapi bukan yang benar perutku.
Baiklah,ternyata sakitnya menyeluruh.
Aku hampir menitikkan air mata dalam selimutku sebelum kemudian aku mencium aromamu ditangan kanan dan kiriku.
Aku tau sosokmu masih disana,tangan hangatmu masih disana,disela2 jariku dan menggenggamku erat.
Karena itu aku kemudian saling mendekatkan keduanya. Dan mulai berdamai serta kembali merasa nyaman....
Selasa, 08 Juli 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar