Kamis, 27 Februari 2014

Hidup (itu ya begini)

Teman,
Hidup itu ya begini
Keras, meskipun tidak sampai menggoreskan luka yang terlihat oleh mata

Sejak kecil kita diminta bertahan untuk sebuah kehidupan bukan?
Sedikit berbagi, aku  dilatih untuk bertahan hidup sejak kecil
Jantungku diciptakan berbeda dari milik yang lain
Tapi tidak apa, agar suatu hari detaknya dikenali hanya milikku
Hari ini aku masih menggunakan jantung yang sama untuk kehidupanku
Dan aku baik-baik saja

Teman,
Hidup itu ya begini
Keras, meskipun tidak sampai menggoreskan luka yang terlihat oleh mata

Tapi aku diajarkan untuk percaya bahwa Yang Maha Baik akan senantiasa memberikan jalan keluar
Kita hanya sedang dipersiapkan untuk menjadi lebih baik ketika kita diuji
Merasa lelah itu sangat manusiawi,
Tapi kemudian tidak mau berusaha karena kelelahan
Itu petaka!


Teman,
Hidup itu ya begini
Keras, meskipun tidak sampai menggoreskan luka yang terlihat oleh mata

Untuk sekantung darah kadang kita harus mengantri menunggu "jatah"
Tapi memang kenapa? Sabar sedikit kemudian akan dapat yang dibutuhkan, tidak apa kan?
Kadang malah Yang Maha Cinta berbaik hati memberikan lebih dari yang kita butuhkan
Bersyukur sajalah asal masih bisa menyambung hidup
Menikmati matahari terbit dan terbenam
Bertemu hidup dan segala problematikanya
Syukuri, Sayang
Artinya hidupmu masih nyata


Teman,
Hidup itu ya begini
Keras, meskipun tidak sampai menggoreskan luka yang terlihat oleh mata

Tapi rasa bahagia tergantung bagaimana cara kita melihat masalah dan bersyukur
Jika sedikit saja yang kita beri sudah cukup membuat orang lain bahagia, 
maka seharusnya kita akan lebih semangat lagi untuk memberikan lebih banyak
Jika sedikit saja yang diberikan kesayangan disekitar kita sudah cukup membuat kita kuat dan bertahan,
maka yakinkan mereka, tidak perlu lelah berpikir untuk memberikan lebih banyak dari yang sudah mereka beri

Kita semua sudah pernah kan terjatuh?
Lantas kita segera berdiri lagi sebelum seluruh tubuh kita terinjak.

Ya sudah, cukup kan?
Apalagi?
Apalagi yang membuat kepalamu pusing dan terus mencari?
Kita pasti pernah babak belur memulai dan akan ada masaanya akan duduk sangat cantik di singgasana cinta

Kita bahagia kan? Kalian bahagia kan?
Aku?
Bahagia sekali


Selasa, 25 Februari 2014

Hallo, Jodohku Sayang

Hai jodohku sayang...
Apa kabarmu hari ini?
Aku masih menantimu...
Menantimu mendampingiku seumur hidupku
Menantimu membangun maasa depan bersamaku dan anak-anak kita kelak

Hallo jodohku sayang,
Aku tidak berani berjanji untuk menjadi seorang istri yang sempurna
Mungkin makanan di meja bukan selalu masakanku, aku kurang pandai memasak dan tidak mau gizimu menjadi tidak baik hanya karena tanganku tidak terampil meracik bumbu dapur
Mungkin aku tidak selalu memegang sapu dan kain pel untuk membuat lantai rumah kita selalu bersih untuk anak-anak kita bermain
Mungkin aku pun bukanlah orang yang akan mencuci baju kita dan anak-anak kita dan menyetrikanya hingga licin dan wangi, aku tidak mau anak dan suamiku gatal-gatal karena ulahku
Aku sudah katakan itu dari sekarang jadi kelak kamu tidak terlalu kaget dengan hambar dan asinnya masakanku atau rumah yang justru menjadi becek setelah aku pel atau kita harus bersama pergi ke dokter kulit karena gatal di seluruh tubuh

Kesayanganku,
Tapi aku bisa pastikan satu hal...
Tanganku ini kelak akan menjagamu
Merengkuhmu sangat kamu banyak pikiran dan direndahkan banyak orang
Menggenggamnu saat lelah
Membantumu berdiri saat kamu terjatuh
Mendampingimu meraih impianmu akan kesuksesan dan keluarga yang bahagia...

Priaku yang hebat,
Kelak diamku karena tidak setuju pada keputusanmu dan penolakanmu akan pendapatku, tidak akan aku jadikan perdebatan, aku biarkan semua mengalir mengikuti inginmu
Jika toh hasilnya tidak baik, tanganku akan menjadi tangan pertama yang membantumu dan memelukmu erat
Seringan apapun sakitmu aku yang akan lebih dulu membiarkan bahuku disandari tubuh besarmu
Membiarkanmu tertidur di sana hingga kamu merasa lebih baik
Kamu pastilah sangat lelah mencari uang untukku dan anak-anak
Maka tidak akan aku biarkan priaku ini semakin lelah dengan kecerewetanku

Sayang,
Aku janji sepanjang sisa hidupku mendampingimu, aku tidak akan meninggikan suaraku saat aku merasa kesal
Aku janji akan selalu memelukmu untuk menghentikan kekesalanmu, karena aku percaya, pelukan mana yang tidak menenangkan jiwa yang gusar?
Jadi imamku, ya. Selangkah di depanku untuk menjaga keluarga kita.
Aku menunggumu di pintu hatiku.


Selasa, 11 Februari 2014

Kalian Masih (dan akan selalu) Luar Biasa

Pagi  ini masih seperti pagi yang kemarin dan pagi-pagi sebelumnya semenjak aku jarang ada dirumah
Dering telepon pertama pagi ini masih dari dua orang luar biasa yang senantiasa memperjuangkanku serta kehidupanku sejak kecil
Ah…bu…pa….kalian tidak pernah bosan mengecekku tiap pagi, siang, malam, bahkan waktu diantaranya dan menyapaku dengan  bahasa rindu yang luar biasa
Selalu berteriak memanggil sayang dan mengingatkan makan
Dimana lagi orang tua sehebat kalian….
Menularkan entah apa, tapi yang jelas hawa yang sangat positif bagiku dan sekitarku

Menatap langit-langit tempat aku terbangun pagi ini kemudian teringat rumah dan segala kehebohannya tiap pagi
Teringat bagaimana keluarga kecil kami saling menyalahkan soal siapa bangun paling siang kemudian tertawa lega saat menyadari tidak terlalu terlambat dan pasti si kecil yang jadi korban
Pikiranku kembali melayang ke sepuluh atau bahkan lima belas tahun silam, mengenang masa kecilku yang mereka berikan dengan sangat sempurna
Mungkin ibu terlalu sibuk di luar, sibuk bekerja dan belajar, waktu untuk kami bersama tidak terlalu banyak, tapi ibu bisa dengan luar biasa memanfaatkan waktu yang tidak banyak dengan pertemuan berkualitas
Sementara pa tidak jauh berbeda, mengejar gelar dan bekerja keras untuk keluarga kecil kami, tapi aku masih ingat betul bagaimana dia meninggalkan soal-soal di buku tulis kami dan kemudian memeriksanya sepulang bekerja sambil aku bergelayut manja di lengan kokohnya
Aku juga teringat akhir pekan kami juga selalu luar biasa
Selalu dibawa bertamasya dan tidak menyinggung sama sekali soal sekolah dan pekerjaan, hanya pertanyaan sederhana macam “Mau makan apa?” yang dilontarkan
Dibawa ke gunung atau ke pantai, berjalan di mall atau melihat museum
Kemudian pulang ke rumah dan dalam lelahnya pa masih mendongeng dengan ekspresi dan permainan suara yang begitu luar biasa atau kadang ibu membacakan buku cerita sebanyak ia bias

Sekarang mereka tidak sesibuk dulu, hanya menghabiskan waktu pada jam bekerja yang wajar kemudian pulang menyapa anak-anak mereka yang sudah beranjak dewasa
Berbagi cerita dan meminta pendapat layaknya teman
Mereka tidak pernah merasa anak-anak terlalu tua untuk tetap bermanja, memeluk dengan kasih, dan mencium dengan cinta
Memuji anak-anak dengan “cantik” dan “tampan” meskipun di luar sana banyak yang lebih cantik dan tampan
Ah…kalian ini benar-benar hebat
Dari mana aku belajar soal menyayangi dan mencintai kalau bukan dari kalian yang begitu hebat menyayangi dan mencintai
Dari mana aku tahu soal kuat dan bertahan kalau bukan dari kalian yang menunjukkan padaku untuk kuat di saat terlemah dan bertahan di saat tersulit
Dari mana aku mengerti cara menebar kasih kalau bukan kalian yang luar biasa menebar kasih pada sesama
Aku belajar soal hidup dari kalian
Bahwa hidup tidak mudah
Hidup tidak selalu indah
Naik turun itu biasa
Tapi hidup akan dipermudah olehNya jika kita berusaha
Usaha yang cukup dan pantas diberi kemudahan
Hidup akan indah saat kita selalu melihat sisi terindah setiap kejadian
Naik turun bukan masalah, karena kita tahu kita sedang belajar
Bagaimana mungkin aku rela menjadi biasa saat orang tuaku mencontohkan yang luar biasa
Aku tidak mau mereka sia-sia sudah banjir peluh dan menguras tenaga habis-habisan
Aku tidak rela jika perjuangan mereka mempertahankan hidupku sejak kecil berakhir duka
Jadi sesulit apapun saat ini, sesakit apapun
Ternyata kakiku masih sangat kokoh dengan kalian mendampingiku di masa tersulitku
Memeluk saat orang lain mencaci
Jadi bu…pa…
Tunggu aku menjadi sukses
Membuktikan pada siapapun yang mencibir, kalian sedang membesarkan biang-biang hebat
Dampingi saja terus aku dengan doa dan kasih sayang
Maka aku terus berjalan
Tunggu, ya….


I love you dear mom and dad



Kamis, 19 September 2013

Kamu, Kamu, Kamu, Kamu

Aku tidak sedang meminta pembelaan atau apapun yang mungkin dipikirkan sebagian orang.
Tidak juga sedang meminta belas kasihan dari siapapun yang melihatku sebagai orang yang memelas

Aku tidak akan mengklarifikasi ataupun membela diri
Saat ini aku lebih suka diam dan menikmati hari
Aku lelah mengatakan "bukan begitu" atau "kamu salah mengerti"
Karena rasa kesal dan benci yang bergelayut manja pada hatimu tentu lebih kamu cintai dibandingkan penjelasan panjang lebar yang sesungguhnya ingin sekali aku lontarkan, namun kerap aku telan karena aku tau itu tidak berarti banyak

Ini sebenarnya soal kamu, kamu, kamu, kamu, dan beberapa kamu-kamu yang lain
Aku sayang sama kamu, kamu, kamu, kamu, juga kamu-kamu yang lain
Bagaimanapun kamu berpikir jelek dan menghakimi ku tanpa ampun, aku tetap masih punya perasaan yang sama tanpa memandang kelakuan kamu, kamu, kamu, kamu dan kamu-kamu yang lain yang kadang menyebalkan

Andai satu sentuhan dan pelukan bisa dilihat dengan mata telanjang dan bisa diartikan secara konkrit
Sekali lagi andaikan
Hanya berandai-andai
Andai saja bisa terlihat makna kasat mata dari sentuhan dan pelukan, harusnya itu bisa membunuh rasa tidak suka yang mungkin begitu dalam
Karena itu yang juga menjadi senjata ku untuk tetap menyayangi kamu, kamu, kamu, kamu, dan mungkin juga kamu-kamu yang lain
Ketika kamu, kamu, kamu, kamu, dan kamu-kamu yang lain mungkin secara tidak sadar mengecewakan ku kemudian satu kecupan di pipiku lantas aku luluh dan memilih untuk tetap menyayangi kamu, kamu, kamu, kamu, dan kamu-kamu yang lain tanpa sarat dan melupakan

Seberapa banyak kata "kamu" tidak menggambarkan sebanyak itu orang yang kumaksud, tapi juga bukan sosok tunggal yang kutunjuk
Tapi atapnya satu...
Apa?
Rasa sayang aku yang belum sedikitpun aku kurangi terhadap kamu, kamu, kamu, kamu dan kamu-kamu yang lain

Melupakan ku mungkin hukuman darimu, tapi tetap menyayangi kamu, kamu, kamu, kamu, dan kamu-kamu yang lain adalah prinsipku
Tetap menyayangi kamu, kamu, kamu, kamu, dan kamu-kamu yang lain dalam kediamanku
Aku belajar banyak dari ini semua, karena ternyata, kesalahanku akan tetap menjadi kesalahan abadi yang melukai kamu, kamu, kamu, kamu, dan kamu-kamu yang lain terlalu dalam
Tapi perbuatanmu, tidak akan pernah menjadi kesalahan bagiku
Karena rasa sayangku pada kamu, kamu, kamu, kamu, dan kamu-kamu sekalian terlalu mahal untuk aku ubah menjadi sebuah pembatasan diri dan kasih sayangku

Bagiku kamu sekalian bukan orang lain
Bagiku kamu sekalian tetap pendengar yang baik meskipun aku gagal menjelaskan situasi sebenarnya
Bagiku kamu sekalian tetap paling peduli

Iya, kamu sekalian
Jadi jelas, kan?
Ini bukan perihal kasih sayang tunggal
Ini kasih yang luas yang tidak dipengaruhi rasa kecewa

Sekali lagi, kamu sekalian, bukan sosok tunggal

Kamu, kamu, kamu, kamu, kamu-kamu yang lain, juga kamu, dan kamu, kamu juga, kamu....

Kamu.....



Kamis, 23 Mei 2013

Koas Stase Tiga, Empat, Lima - Anestesi Radiologi Forensik

Stase Tiga Empat Lima

Tiga - Anestesi

Tiga minggu di anestesi was full of fun. Satu, konsulennya baiknya kelewatan. Dua, pas banget kebagian residen hebring yang pinter banget dan siap bagi-bagi ilmu. Tiga, penatanya juga baik banget. Awalnya sih ya kaget dapet residen yang kerjaannya nanyaaaaa mulu. Kalau ada cito nelpon....mulu. Tapi semua kejadian pasti ada hikmahnya ya dan mereka berdua itu ilmunya ngaliiiir...wuuuuus...semua dikasih tau.

Dua Residen Hebaaat (kanan kiri, kalo yang tengah koas juga)
Alhamdulillah juga dari awal sampe akhir stase ini kenyang banget sama tindakan, ujiannya juga alhamdulillah dikasih kelancaran. Jatuh hati sih sama anestesi, pengen ngelanjutin jadi spesialis anestesi... hihi...lets see.
Emi - Aku - Dr Hj Hayati Usman, SpAn - Dr Rizqan Anugrah, SpAn - Dhita - Adli

Koas Anestesi EDAN (Emi Dhita Adli Nurul)

Bareng Residen Anestesi


Empat - Radiologi
Stase Subhanallah. Ya konsulennya. Ya bimbingannya. Selain ngajar ilmu baca foto, konsulennya ini juga ngajarin ilmu agama dan selalu nyelipin nasihat-nasihat keagamaan bahkan terakhir sempe ngasih buku yang judulnya "Dokter - Dokter Bagaimana Akhlakmu?" :')

Beliau juga baik banget kalau ngasih nilai. Buat beliau yang penting kita tau yang basicnya. Kita tau yang harus kita tau. Zaman kita berempat di stase ini ada dr. Rizki, dokter radiologi baru di RSU yang kalem dan nggak kalah baiknya. Sekarang dr. Usep udah pensiun dan digantiin dr. Rizki yang sama aja sih baiknya. :) 

Oya, beliau juga suka banget foto, bahkan dia loh yang minta koas foto bareng, buat kenang-kenangan katanya. We will miss you, dok. :')


Foto di radiologi sama dr rizki (tengah), kalau foto dr usep ada di lapotop satunya :(
Lima - Forensik

Stase jalan-jalan...hehehe
Ya....stase fun, belajar pemeriksaaan luar, visum, ngeliat otopsi.
Yang berkesan, berhubung stase ini di Serang, kita yang biasa adem-adem di Garut nggak betahan lama-lama di kosan yang tanpa AC.

Alhasil, pagi - siang - malem, tidur - bangun - jaga, kecuali mandi.....nggak bakal pulang ke kosan. Hehehe.. Mending ngadem di ruang koas yang berasa, berkasur, berkarpet, loh? ;p
Tapi beneran, kesannya 24 jam, 7 hari kita bersebelas selalu bareng-bareng di ruangan itu, nonton bareng, makan bareng, jaga juga jadinya bareng, padahal harusnya bertiga/berempat aja kalau shift malem, tapi kita sebelas-sebelasnya di ruko :D hihi...

Tiga minggu rasanya cepeeet banget, balik ke Garut siap-siap stase enam nih, INTERNA.
Bimbingan di Jakarta bareng dr. Ferryal Basbeth, SpF


Bareng Pak Amran (kacamata) dan dr Budi , SpF (baju batik)


Rabu, 08 Mei 2013

Garut Nggak Bonam? Ah...kata siapa...

Rasanya makin kesini makin jarang nemuin koas yang dari hati kecil ikhlas mau ngoas di Garut...

Why? Katanya Garut nggak bonam...
Sharing sedikit aja sebagai koas yang udah ngoas 1 tahun lebih 22 hari di Garut dan ini buat stase yang udah aku lewatin aja yah... Kalau yang belum ya nggak bisa diceritain juga...hehe


Kalau ngomongin nilai yang bonam...semuanya tergantung dari individunya ko'... di Obsgyn misalnya, kalau kita rajin ngelakuin tindakan sehari-hari yang seabrek itu dengan sepenuh hati, rajin nyimak pas visbes, terus yang penting nggak ada masalah sama attitude rasanya nilainya pasti bagus deh, minimal B, angkatanku dulu gitu, AB ada juga. Terus apa? Bedah, apalagi ini...stase surganya Garut, ya intinya bisa nggak bisa minimal nilai B di tangan. Tapi kayanya nggak mungkin juga nggak bisa, kasus bedahnya di Garut ini buanyaaak...bahkan salah satu konsulen bisa kasih AB juga kalau kita mau baca sedikit ekstra.

Lanjut di anestesi, di sini konsulennya baik dan keibuan banget, kita juga banyak terpapar sama residen. Kalau kita rajin nyatet sama nanya waktu lagi bimbingan, kata siapa nggak bisa dapet A? Bisa dan kejadian nyata. Radiologi apalagi, nilai B ya udah pastilah. Terus internanya gimana? Rajin kelola pasien, cari tau khas-khasnya penyakit, rajin baca buku, yang penting suka dulu deh di stase ini, jangan teriak pasiennya banyak dulu. Yaaa...meskipun emang banyak...hehehe...tapi jadinya banyak juga ilmu yang kita dapet . Kalau follow up ya bener-bener follow up. Manfaatin ilmu konsulennya yang luar biasa. Mereka kan ngajarin bikin daftar masalah secara sistematis. Nah, itu bakal kepake banget buat kedepannya. Dan semua usaha kita yang serius pasti kebayar dengan kebaikan hati mereka dalam memberi nilai, B banyak, AB lumayan, A juga pernah ada ko'.


Dari pasien se"hectic" ini di IGD pasti banyak kan ilmu yang didapat, manfaatin. Cape ya namanya koas,  wayahna  ya...

Neuro...aaaaaa....ini stase sedang pake jaga yang asik banget. Emang iya di"paksa" belajar setiap hari, tiap visit ditanyaaaaa mulu, awal-awal pengen ngumpet aja kalau waktunya visite. Tapi ikutin aja, ikutin alurnya. Lama-lama nemu asiknya belajar saraf. Dan konsulen di neuro suka sama yang rajin dan ngerti pasien. Suka sama yang pinter, yang bisa jawab kalau lagi visite. Jreng...ngasih nilai B juga mereka bisa....AB pun pernah ada. Kalau stase sedang lain yang pernah aku masukin, mata. Konsulennya dua, baik dua-duanya. Banget. Di sini pun meskipun agak susah dapet B dan biasanya BC berjamaah, tapi stase ini jarang nggak ngelulusin koas. 

Neuro angkatan aku, cewe semua tapi nggak pernah rewel sama jadwal, sehari hari di ruko meskipun  baca-baca terus sebelum bimbingan, tapi tetep ada waktu luang buat bikin 30 jepretan foto per HARI, kelompok kami juga lulus semua, nilainya? Ada yang bagus


Sekarang lagi ngejalanin stase kulit nih...konsulennya baik banget. Suka nyeletuk-nyeletuk lucu. Stase kulit baru jalan tiga hari, jadi masih seneng-senengnya nyenterin kulit pasien pake senter yang cahayanya putih. Hahaha. Kalau THT atau anak...belum  masuk nih....tapi pernah liat di buku nilai seorang senior, nilai THTnya bagus, anaknya juga dia bisa bagus. Kalau dia bisa, harusnya kita juga bisa

Kalau dibilang kemampuan otak orang-orang beda-beda dalam menangkap suatu materi, ya itu emang bener, ada yang cepet, ada yang harus berkali-kali. Tapi kuncinya kan kemauan dan pantang menyerah.

Buat yang dari kuliahnya IPnya selalu di atas 3,5 sampe Garut tinggal aplikasiin ilmu yang dipunya ke pasien sambil belajar ngulang-ngulang materi kuliah dulu. Cocokin deh tuh antara teori dan yang ada di lapangan. Belajar tindakan sebanyak-banyaknya yang ada disini. Waktu jaga IGD berlaku seperti seorang dokter yang ngelola pasiennya semaksimal yang kita bisa, kalau nggak tau kan bisa tanya sama dokter jaganya.

Buat yang kuliahnya IPnya biasa-biasa aja, ya sekarang saatnya buka lembaran baru, kalau ngerasa belajar berkali-kali nggak masuk-masuk, ya waktu follow up, periksa pasiennya bener-bener, kalau ngelakuin sendiri kan lebih lengket di otak, baru nanti detailnya nanya sama yang ngerti. Kalau dilakuin bener-bener mustahil deh ilmu nggak ada yang masuk.

Mau ngerjain tindakan apapun disini, di bawah pengawasan spesialis pasti dikasih. Disini saatnya kita belajar ketajaman klinis. Kasus disini banyak, manfaatin keberadaan kita disini buat jadi dokter yang bener. Karena dulu sebelum jadi dokter, kalau ke RS maunya kita dikelola dokter yang kompeten kan, ya kaya gitulah perasaan pasien-pasien kita.

Dari sumber daya manusianya juga Garut luar biasa, perawat disini sangat2 menghargai kita, mahasiswa yang lagi praktek macam akbid dan akper juga sopan-sopan banget. Mereka juga selalu manggil "dok" sebagai penghargaan terhadap profesi kita. Kalau lagi dapet stase yang diluar Garut, pasti kangen sama keramahan Garut.

Rasanya ini lagi makan-makan sama akbid waktu stase obsgyn

Jadi prognosisnya Garut apa?
Pengalaman : ad bonam
Ilmu : ad bonam
Nilai : dubia ad bonam 

Yuk, rajin-rajin periksa pasien di ruangan manapun kita bertugas, terus cocokin sama teori...
Mau jadi dokter nggak bisa kan cuma jago tindakan tapi nggak diiringin ilmu atau pinter setengah mati tapi kalang kabut kalau disuruh tindakan. Keduanya berjalan beriringan.

Kata Siapa Garut Nggak Bonam?

Semangat ya Garuters

Selasa, 06 November 2012

Koas Stase Dua - Bedah

Katanyaaaa ini stase terbonam... Mau nilai yang lumayan gede bisa dikejar di stase ini...
Well, setelah dijalani emang fun ada di stase ini, follow up tetep ada kaya di obsgyn dulu, buat dipoli, aku rasa bedah lebih seru, tindakannya banyak...hehe...
Ada lagi ruang OK dimana kita bisa belajar banyak banget dan dikasih banyak kesempatan buat terlibat...
Kalau dulu di obsgyn bersembilan, disini kita berenam aja aku dan tiga yang lain yang pernah bareng di obsgyn satu lagi monic, pacarnya dika...hihi
Di bedah berasa bukan di stase besar meskipun jaganya lebih rapet jaraknya di banding di obsgyn dulu, dikit-dikit jaga...dikit-dikit jaga...hehe... Tapi meskipun dikit-dikit jaga, berasa ilmunya juga dapet banget. Dinas pagi dan jaga malam di igd dapat ilmu yang beda, kalau pagi lebih banyak ke penyakit kalau jaga igd lebih banyak kasus KLL sama visum (lumayan belajar visum sebelum masuk stase forensik :) hihi ).

Ada tiga konsulen hebat di sini dr Hadiyana, SpB yang sabar banget dan sangat kebapakan, ada dr Trimayu, SpB yang suka banget sama musik dan meskipun suka rada "ngomel" tapi hatinya lembuuut, satu lagi dr Husodo, SpOT yang suka ngisengin koas dan nyuruh koas nyanyi sepanjaaaaang operasi  ortho. Oya, kalau dulu di obsgyn  ada dr Dadan yang dokter obgsgyn terbaik disini dr Husodo juga dokter terbaik se Asia Pasifik... (kalau nggak salah.. hihi).

Stase bedah ini juga yang hobinya makaaaaan-makaaaan...dari mulai perkenalan sampe perpisahan. Lumayan menguras kantung tapi tetep berkesan dan puas. Apalagi saat ngelewatin stase ini ngelewatin juga ulang tahun dr Trimayu yang bikin dia jadi luluh sama kita. hihi... Kita juga seneng loh bisa ngebawa dr Husodo yang super sibuk makan-makan ke asep stroberi, jarang-jarang kalau kata senior sih.

Yang agak menyedihkan adalaaaaah lebaran harus jaga!!! huhu...hari pertama sibuk bolak-balik ruang tindakan yang banjir darah sama korban macam-macam KLL yang nggak berhenti-henti dari tanggal 17 Agustus...-.-

Anyway...
Big thanks to konsulen yang baik hati, perawat OK dan ruangan yang semuanya luar biasa baik dan friendly, buat aa Agus yang di Topaz yanng juga baik banget dan ngebantu kerja kita banget. sepuluh minggu yang lalu kerasa cepet banget jadinya...

Emi, Dhita, Monic, Adli, Dika, makasih juga kerjasamanya selama 10 minggu ini... Meskipun kita lebaran di IGD tapi suasana lebarannya lumayan ada lah ya...:)

                                     dika - monic - emi - nurul - dhita - adli

Makasih ya sejawaaat...