Selasa, 25 Februari 2014

Hallo, Jodohku Sayang

Hai jodohku sayang...
Apa kabarmu hari ini?
Aku masih menantimu...
Menantimu mendampingiku seumur hidupku
Menantimu membangun maasa depan bersamaku dan anak-anak kita kelak

Hallo jodohku sayang,
Aku tidak berani berjanji untuk menjadi seorang istri yang sempurna
Mungkin makanan di meja bukan selalu masakanku, aku kurang pandai memasak dan tidak mau gizimu menjadi tidak baik hanya karena tanganku tidak terampil meracik bumbu dapur
Mungkin aku tidak selalu memegang sapu dan kain pel untuk membuat lantai rumah kita selalu bersih untuk anak-anak kita bermain
Mungkin aku pun bukanlah orang yang akan mencuci baju kita dan anak-anak kita dan menyetrikanya hingga licin dan wangi, aku tidak mau anak dan suamiku gatal-gatal karena ulahku
Aku sudah katakan itu dari sekarang jadi kelak kamu tidak terlalu kaget dengan hambar dan asinnya masakanku atau rumah yang justru menjadi becek setelah aku pel atau kita harus bersama pergi ke dokter kulit karena gatal di seluruh tubuh

Kesayanganku,
Tapi aku bisa pastikan satu hal...
Tanganku ini kelak akan menjagamu
Merengkuhmu sangat kamu banyak pikiran dan direndahkan banyak orang
Menggenggamnu saat lelah
Membantumu berdiri saat kamu terjatuh
Mendampingimu meraih impianmu akan kesuksesan dan keluarga yang bahagia...

Priaku yang hebat,
Kelak diamku karena tidak setuju pada keputusanmu dan penolakanmu akan pendapatku, tidak akan aku jadikan perdebatan, aku biarkan semua mengalir mengikuti inginmu
Jika toh hasilnya tidak baik, tanganku akan menjadi tangan pertama yang membantumu dan memelukmu erat
Seringan apapun sakitmu aku yang akan lebih dulu membiarkan bahuku disandari tubuh besarmu
Membiarkanmu tertidur di sana hingga kamu merasa lebih baik
Kamu pastilah sangat lelah mencari uang untukku dan anak-anak
Maka tidak akan aku biarkan priaku ini semakin lelah dengan kecerewetanku

Sayang,
Aku janji sepanjang sisa hidupku mendampingimu, aku tidak akan meninggikan suaraku saat aku merasa kesal
Aku janji akan selalu memelukmu untuk menghentikan kekesalanmu, karena aku percaya, pelukan mana yang tidak menenangkan jiwa yang gusar?
Jadi imamku, ya. Selangkah di depanku untuk menjaga keluarga kita.
Aku menunggumu di pintu hatiku.


2 komentar:

Unknown mengatakan...

semoga aku dapat menjadi jodoh seumur hidupmu yang sangat beruntung... beruntung karena hatimu yang begitu tulus... beruntung karena jiwamu yang begitu tangguh... i love you so much wanita hebatku...

daddy's little girl mengatakan...

Menyenangkan ya ketika kita merasa sama-sama beruntung artinya kita pun sama-sama bersyukur....:)

Posting Komentar