Pagi ini masih seperti pagi yang kemarin dan
pagi-pagi sebelumnya semenjak aku jarang ada dirumah
Dering
telepon pertama pagi ini masih dari dua orang luar biasa yang senantiasa
memperjuangkanku serta kehidupanku sejak kecil
Ah…bu…pa….kalian
tidak pernah bosan mengecekku tiap pagi, siang, malam, bahkan waktu diantaranya
dan menyapaku dengan bahasa rindu yang
luar biasa
Selalu
berteriak memanggil sayang dan mengingatkan makan
Dimana
lagi orang tua sehebat kalian….
Menularkan
entah apa, tapi yang jelas hawa yang sangat positif bagiku dan sekitarku
Menatap
langit-langit tempat aku terbangun pagi ini kemudian teringat rumah dan segala
kehebohannya tiap pagi
Teringat
bagaimana keluarga kecil kami saling menyalahkan soal siapa bangun paling siang
kemudian tertawa lega saat menyadari tidak terlalu terlambat dan pasti si kecil
yang jadi korban
Pikiranku
kembali melayang ke sepuluh atau bahkan lima belas tahun silam, mengenang masa
kecilku yang mereka berikan dengan sangat sempurna
Mungkin
ibu terlalu sibuk di luar, sibuk bekerja dan belajar, waktu untuk kami bersama
tidak terlalu banyak, tapi ibu bisa dengan luar biasa memanfaatkan waktu yang
tidak banyak dengan pertemuan berkualitas
Sementara
pa tidak jauh berbeda, mengejar gelar dan bekerja keras untuk keluarga kecil
kami, tapi aku masih ingat betul bagaimana dia meninggalkan soal-soal di buku
tulis kami dan kemudian memeriksanya sepulang bekerja sambil aku bergelayut
manja di lengan kokohnya
Aku
juga teringat akhir pekan kami juga selalu luar biasa
Selalu
dibawa bertamasya dan tidak menyinggung sama sekali soal sekolah dan pekerjaan,
hanya pertanyaan sederhana macam “Mau makan apa?” yang dilontarkan
Dibawa
ke gunung atau ke pantai, berjalan di mall atau melihat museum
Kemudian
pulang ke rumah dan dalam lelahnya pa masih mendongeng dengan ekspresi dan
permainan suara yang begitu luar biasa atau kadang ibu membacakan buku cerita
sebanyak ia bias
Sekarang
mereka tidak sesibuk dulu, hanya menghabiskan waktu pada jam bekerja yang wajar
kemudian pulang menyapa anak-anak mereka yang sudah beranjak dewasa
Berbagi
cerita dan meminta pendapat layaknya teman
Mereka
tidak pernah merasa anak-anak terlalu tua untuk tetap bermanja, memeluk dengan
kasih, dan mencium dengan cinta
Memuji
anak-anak dengan “cantik” dan “tampan” meskipun di luar sana banyak yang lebih
cantik dan tampan
Ah…kalian
ini benar-benar hebat
Dari
mana aku belajar soal menyayangi dan mencintai kalau bukan dari kalian yang
begitu hebat menyayangi dan mencintai
Dari
mana aku tahu soal kuat dan bertahan kalau bukan dari kalian yang menunjukkan
padaku untuk kuat di saat terlemah dan bertahan di saat tersulit
Dari
mana aku mengerti cara menebar kasih kalau bukan kalian yang luar biasa menebar
kasih pada sesama
Aku
belajar soal hidup dari kalian
Bahwa
hidup tidak mudah
Hidup
tidak selalu indah
Naik
turun itu biasa
Tapi
hidup akan dipermudah olehNya jika kita berusaha
Usaha
yang cukup dan pantas diberi kemudahan
Hidup
akan indah saat kita selalu melihat sisi terindah setiap kejadian
Naik
turun bukan masalah, karena kita tahu kita sedang belajar
Bagaimana
mungkin aku rela menjadi biasa saat orang tuaku mencontohkan yang luar biasa
Aku
tidak mau mereka sia-sia sudah banjir peluh dan menguras tenaga habis-habisan
Aku
tidak rela jika perjuangan mereka mempertahankan hidupku sejak kecil berakhir
duka
Jadi
sesulit apapun saat ini, sesakit apapun
Ternyata
kakiku masih sangat kokoh dengan kalian mendampingiku di masa tersulitku
Memeluk
saat orang lain mencaci
Jadi
bu…pa…
Tunggu
aku menjadi sukses
Membuktikan
pada siapapun yang mencibir, kalian sedang membesarkan biang-biang hebat
Dampingi
saja terus aku dengan doa dan kasih sayang
Maka
aku terus berjalan
Tunggu,
ya….
I
love you dear mom and dad


0 komentar:
Posting Komentar