Selasa, 11 Februari 2014

Kalian Masih (dan akan selalu) Luar Biasa

Pagi  ini masih seperti pagi yang kemarin dan pagi-pagi sebelumnya semenjak aku jarang ada dirumah
Dering telepon pertama pagi ini masih dari dua orang luar biasa yang senantiasa memperjuangkanku serta kehidupanku sejak kecil
Ah…bu…pa….kalian tidak pernah bosan mengecekku tiap pagi, siang, malam, bahkan waktu diantaranya dan menyapaku dengan  bahasa rindu yang luar biasa
Selalu berteriak memanggil sayang dan mengingatkan makan
Dimana lagi orang tua sehebat kalian….
Menularkan entah apa, tapi yang jelas hawa yang sangat positif bagiku dan sekitarku

Menatap langit-langit tempat aku terbangun pagi ini kemudian teringat rumah dan segala kehebohannya tiap pagi
Teringat bagaimana keluarga kecil kami saling menyalahkan soal siapa bangun paling siang kemudian tertawa lega saat menyadari tidak terlalu terlambat dan pasti si kecil yang jadi korban
Pikiranku kembali melayang ke sepuluh atau bahkan lima belas tahun silam, mengenang masa kecilku yang mereka berikan dengan sangat sempurna
Mungkin ibu terlalu sibuk di luar, sibuk bekerja dan belajar, waktu untuk kami bersama tidak terlalu banyak, tapi ibu bisa dengan luar biasa memanfaatkan waktu yang tidak banyak dengan pertemuan berkualitas
Sementara pa tidak jauh berbeda, mengejar gelar dan bekerja keras untuk keluarga kecil kami, tapi aku masih ingat betul bagaimana dia meninggalkan soal-soal di buku tulis kami dan kemudian memeriksanya sepulang bekerja sambil aku bergelayut manja di lengan kokohnya
Aku juga teringat akhir pekan kami juga selalu luar biasa
Selalu dibawa bertamasya dan tidak menyinggung sama sekali soal sekolah dan pekerjaan, hanya pertanyaan sederhana macam “Mau makan apa?” yang dilontarkan
Dibawa ke gunung atau ke pantai, berjalan di mall atau melihat museum
Kemudian pulang ke rumah dan dalam lelahnya pa masih mendongeng dengan ekspresi dan permainan suara yang begitu luar biasa atau kadang ibu membacakan buku cerita sebanyak ia bias

Sekarang mereka tidak sesibuk dulu, hanya menghabiskan waktu pada jam bekerja yang wajar kemudian pulang menyapa anak-anak mereka yang sudah beranjak dewasa
Berbagi cerita dan meminta pendapat layaknya teman
Mereka tidak pernah merasa anak-anak terlalu tua untuk tetap bermanja, memeluk dengan kasih, dan mencium dengan cinta
Memuji anak-anak dengan “cantik” dan “tampan” meskipun di luar sana banyak yang lebih cantik dan tampan
Ah…kalian ini benar-benar hebat
Dari mana aku belajar soal menyayangi dan mencintai kalau bukan dari kalian yang begitu hebat menyayangi dan mencintai
Dari mana aku tahu soal kuat dan bertahan kalau bukan dari kalian yang menunjukkan padaku untuk kuat di saat terlemah dan bertahan di saat tersulit
Dari mana aku mengerti cara menebar kasih kalau bukan kalian yang luar biasa menebar kasih pada sesama
Aku belajar soal hidup dari kalian
Bahwa hidup tidak mudah
Hidup tidak selalu indah
Naik turun itu biasa
Tapi hidup akan dipermudah olehNya jika kita berusaha
Usaha yang cukup dan pantas diberi kemudahan
Hidup akan indah saat kita selalu melihat sisi terindah setiap kejadian
Naik turun bukan masalah, karena kita tahu kita sedang belajar
Bagaimana mungkin aku rela menjadi biasa saat orang tuaku mencontohkan yang luar biasa
Aku tidak mau mereka sia-sia sudah banjir peluh dan menguras tenaga habis-habisan
Aku tidak rela jika perjuangan mereka mempertahankan hidupku sejak kecil berakhir duka
Jadi sesulit apapun saat ini, sesakit apapun
Ternyata kakiku masih sangat kokoh dengan kalian mendampingiku di masa tersulitku
Memeluk saat orang lain mencaci
Jadi bu…pa…
Tunggu aku menjadi sukses
Membuktikan pada siapapun yang mencibir, kalian sedang membesarkan biang-biang hebat
Dampingi saja terus aku dengan doa dan kasih sayang
Maka aku terus berjalan
Tunggu, ya….


I love you dear mom and dad



0 komentar:

Posting Komentar