Jumat, 08 Mei 2015

Yes, We Do Fun (even not in dufan :D)

--------
We may have a different day and night. But we enjoy it!
-------

Hai, IGD
Hallo, Bangsal
Heyho, Poli
Hi, Realita
Aku, teman sejawatku, atau senior-seniorku dalam pengabdian punya hidup yang sedikit berbeda dengan pekerja kantoran.
Jam kerja yang ritmenya sedikit berbeda. Menghadapi bukan hanya penyakit tapi juga berbagai karakter manusia.
Bukan hanya harus memahami ilmu medis yang dicekoki sepanjang pendidikan tapi juga berkomunikasi secara "awam" dan prosedur jaminan kesehatan yang memusingkan.
Memasang badan menghadapi emosi pasien saat panik, berduka, dan marah.

Ibu,
Aku harap ibu tidak sedih dan tidak keberatan jika pulang nanti kantung mata senantiasa terlihat di bawah mataku tanda aku kurang tidur.
Atau ketika pulang ke rumah ibu melihat mata sembabku karena terlalu banyak tidur.
Mencoba "balas dendam" akan kurang tidur di rantau.

Ayah,
Bisa jadi malam ini alas tidurku begitu rapi karena belum kesentuh. 
Lalu besok menjadi sangat berantakan karena aku tidur sesukaku dan menenggelamkan diri dalam tidurku untuk menghilangkan kantukku.
Kemudian bisa jadi di malam yang lain aku berjanji memijat ayah saat di rumah sampai ayah tertidur.
Nyatanya aku yang tertidur lebih dulu dan bersandar pada bahu ayah yang nyaman.
Jangan marah jika ada orang lain yang bukan siapa-siapa membentakku, Yah. Hal yang tentunya ayah selalu hindari.
Percayalah mereka hanya emosi sesaat dan tidak akan mengulanginya lagi.

Aku dan teman seprofesiku kadang tidak menyadari soal tanggal merah atau akhir pekan.
Karena bukan begitu caraku dan teman-teman libur.
Pukul satu siangku dan teman-teman bukan di kantin duduk manis dengan makan siang dan segera kembali ke ruangan saat istirahat selesai.
Pukul satu siang kami bisa jadi sedang menggali riwayat penyakit pasien, melakukan pemeriksaan, atau resusitasi.

Tapi aku menikmati setiap senti perjalanan yang Allah siapkan.
Nyatanya, cara hidup berbeda tetap membuatku bahagia.
Kalian juga, kan?
Melihat teman sepermainan kemudian menikah dan hidup sesuai "mimpi," tapi aku siap harus sedikit menahan diri.
Aku suka di pekerjaan ini.
Aku suka saat ada tangan menyentuhku dan bilang "terima kasih."
Aku senang saat mereka yang datang berkeringat dingin dan kesakitan kemudian membaik.
Aku mengucap syukur ketika mereka bilang mereka sudah lebih sehat.


Lalu kemudian, semua perbedaan yang kusebutkan sebelumnya terbayar, kan?
Masa muda kami seperti ini, tapi kami suka menjadi muda yang seperti ini.
Sehat selalu, Kalian yang di rumah
Sehat selalu, Teman sejawat
Sehat selalu, Petugas kesehatan
Sehat selalu, Pekerja jasa
Sehat selalu, Kalian yang tidak kukenal