Masih di dalam stase obsgyn, masih cape banget...banget...banget...!!! Tapi teteeeep...semangat koas baru masih berapi-api. Meskipun malamnya habis jaga, waktu itu tanggal 20 April masih tetep ceria menempuh empat jam perjalanan demi sampai jakarta buat persiapan wisuda Sarjana Kedokteran besok paginya.
Satu tahap dalam pendidikan dokterku sudah terlewati, kini gelar S, Ked sudah layak menyambung nama belakangku. Kupersembahkan untuk ayah dan ibuku. Untuk adik dan kakakku.
Sebuah pengalaman bahagia yang seharusnya benar-benar bahagia kalau saja hari itu aku mau sedikit berusaha menerobos kepadatan ruang auditorium. Belakangan baru kuketahui dari budeku kalau kedua orangtua ku hampir menitikkan air mata haru saat aku naik ke panggung dan bersalaman dengan rektor universitas. Saat lagu "ayah" dinyanyikan oleh grup paduan suara. Aku yakin wisuda ini bermakna dalam untuk kedua orang tuaku. Aku sadar betul mereka sanagt-sangat menyayangiku dan aku tidak memungkiri kalau kadang mereka memprioritaskan kebutuhanku dibanding saudaraku yang lain. Bukan karena mereka pilih kasih, bukan. Mungkin mereka hanya merasa keinginanku untuk menjadi dokter besar dan mereka pun selalu berharap satu anak mereka menjadi dokter.
Siang itu aku baru saja akan menerobos keramaian, ketika seorang teman tiba-tiba minta foto bersama, dilanjutkan adik kelas, dan akhirnya foto angkatan dan organisasi. Aku melihat dari atas panggung keluargaku di belakang sedang mengamatiku dan berharap aku menghampiri mereka lebih dulu. Adik kecilku sedang membawa setangkai bunga mawar. Mataku menyiratkan maaf yang besar. Tapi sayang, tidak dapat ditangkap dari jauh. Selesai berfoto, ayahku tampak kecewa, aku mencium tangannya dan meminta maaf dengan air mata yang masih menetes karena tidak langsung menghampirinya.
Aku hanya bisa memeluk kedua orang tuaku dan meminta maaf pada mereka. Aku tau ayahku melunak, meskipun kemudian beliau menolak untuk berfoto bersama di fasilitas yang disediakan dan kami hanya berfoto di depan auditorium kemudian pulang. Beliau berjanji suatu hari nanti akan ada her foto wisuda. :)
Kepada ayah
Kepada bunda
Aku minta maaf
Jutaan terimakasih tidak cukup untuk membalas apa yang kalian yang kalian beri hingga aku bisa seperti saat ini
Aku tau kalianlah orangtua terbaik yang ada di dunia
Yang senantiasa mendukungku
Aku belum lupa semua kompetisi yang kuikuti kalian dukung penuh
Aku belum lupa setiap organisasi yang kuikuti kalian dukung juga dengan sepenuh hati
Dan aku bisa menuntaskan strata pertamaku juga sekali lagi karena dukungan kalian
Saat ini hanya hembusan nafas terima kasih yang bisa kuberi
Berharap suatu hari aku bisa memberi lebih
Gelar Sarjana Kedokteran ini bukan semata-mata untuk diriku sendiri, tapi juga untuk membuat kalian merasa "berhasil"
I love you
More...
